Selasa, 04 Oktober 2016

Up Bahasa Arab Dasar 10: Isim Mufrod Dan Mutsanna



jangan coba melangkah kepelajaran yang ini dulu tunggu sampai antum semua ini udah faham peride 1 hingga peride 9 baru antum baca pelajaran Bahasa Arab Dasar 10: Isim Mufrod Dan Mutsanna
Salam Dari Ana Habib Abdullah Bin Agil ana doakan kalian menjadi Orang yang Alim dan Allamah  Sehingga Membawa manfaat pada ummat

Bahasa Arab Dasar Periode-9- syibhul jumlah

Bahasa Arab Dasar 9: Syibhul Jumlah = Menyerupai Kalimat

Syibhul Jumlah:  adalah rangkaian kata(tersusun dari dua kata atau lebih) yang mirip dengan kalimat(jumlah)  namun ia bukan kalimat(jumlah) karena tidak memenuhi kaedah yang sempurna.


 

Syibhul jumlah terbagi atas dua kelompok(susunan) :

1. Susunan Harful Jer  dan  Isim =    حَرْفُ الجَرِِّاِ  + اِسْم 

2. Susunan Zhorof  dan  Isim =  ظَرْفٌ   +اِسْم    

Keterangan:1. Susunan Harful Jer dan  Isim =   حَرْفُ الجَرِِّاِ  + اِسْم  

Contoh: مِنَ السُوْقِ

مِنَ السُوْقِ ~ minas suuqi  terdiri dari Harful Jer مِنَ ~min = dari  dan Isim السُوْقِ~assuuq = pasar. Disebut juga dengan susunan Jer dan Majrur ( جَرٌّ  وَ  مَجْرُوْرٌ .)

مِنَ السُوْقِ  ~ minas suuqi = dari pasar, merupakan Susunan Syibhul Jumlah.

مِنَ  ~ min = dari,  Harful Jer (Huruf Jer)

السُوْق ~ As-suuq = pasar yaitu Isim, terdapat ciri Isim diawal kata Alif  dan Lam.

 Isim setelah Huruf Jer   yaitu  السُوْق ~ As-suuq berakhiran kasrah inilah yang disebut Isim Majrur.

Keterangan 2. Susunan Zhorof  dan  Isim =    ظَرْفٌ   + اِسْم

Contoh : أمَامَ المَنْزِلِ

أمَامَ المَنْزِلِ ~ amaamal manzili terdiri dari Zhorof  أمَامَ ~amaama = di depan  dan Isim المَنْزِلِ ~al-manzili  = rumah.   Disebut juga dengan susunan Zhorof  dan Majrur (ظَرْفٌ وَ مَجْرُوْرٌ).

أمَامَ المَنْزِلِ  ~ amaamal-manzili = di depan rumah, merupakan susunan Syibhul Jumlah

أمَامَ ~ Amaama =  di depan, Zhorof

المَنْزِلِ ~ Al-manzili = rumah yaitu Isim terdapat ciri Isim diawal kata Alif dan Lam.

 Isim setelah zhorof  أمَامَ ~ amaama yaitu  المَنْزِلِ~ al-manzili berakhiran kasrah.  ini  disebut dengan Isim Majrur.

Catatan:

ظَرْفٌ~ Zhorof;  adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan keterangan waktu atau tempat;

Contoh: 1

أمَامَ  ~ amaama = di depan

وَرَاءَ ~ waraa-a = di belakang

Zhorof   أمَامَ  dan  وَرَاءَ  disebut dengan  ظَرْفُ الْمَكَانِ~ Zhoroful-makani = Zhorof keterangan tempat.

Contoh: 2

بَعْدَ ~  ba'da = sesudah

قَبْلَ ~ qabla = sebelum

Zhorof   بَعْدَ dan  قَبْلَ  disebut dengan ظَرْفُ الزَّمَانِ ~ Zhorofuz-zamaani = Zhorof keterangan waktu.


Dengarkan Kajian:

 

 

Rabu, 28 September 2016

Bahasa Arab Dasar Peride 8: Jumlah Mufidah




Daftar Isi Pelajaran

_____________________________________


Pada Periode kali ini kita akan membahas
 tentang Aljumlah Almufidah


Kita sudah membahas tentang huruf
 kita sudah membahas tentang al kalimah atau kata
  sekarang kita masuk ke pembahasan
tentang  Aljumlah Almufidah
jumlah Almufidah yang dikenal juga dengan alkalam
yang dimaksud dengan jumlah mufidah
 adalah Susunan kata yang dapat
memberikan Faidah yang sempurna

maksudnya
Jadi dia terdiri dari dua kata atau lebih
yang dapat memberikan faidah yang Sempurna
maksudnya apabila kita membuat
susunan 2 kata atau lebih kemudian
kita Ucapkan orang yang mendengarnya
         tersebut sudah paham


memberikan faidah yang sempurna contoh misalnya 
البُسْتَانُ جَمِيْلٌ
1. Taman itu bagus
الشَّمْسُ طَالِعَةٌ
2. Matahari terbit
شَمَّ عَلِيٌّ وَرْدَةً
3. Ali Mencium Bunga Mawar
قَطَفَ مُـحَمَّدٌ زَهْرَة
4. Muhammad memetik bunga
يَعِيْشُ السَّمَكُ فِي الْمَاءِ
5. Ikan hidup di dalam air
يَكْثُرُ النَّخِيْلُ فِي مِصْرَ
6. Pohon kurma banyak di Mesir



Apabila kita memperhatikan contoh susunan ke-1  kita akan mendapatinya tersusun dari dua kata,
 yang pertama البُسْتَانُ dan kedua جَمِيْلٌ. 
Jika kita mengambil kata
yang pertama saja yaitu  البُسْتَانُ "taman",
maka kita tidak memahami
kecuali makna tunggalnya saja


dan pastilah orang yang diajak bicara tidak merasa cukup (faham dan akan bertanya lagi,
bagaimana  البُسْتَانُ taman itu?) begitu juga jika kita ambil kata kedua saja البُسْتَانُ "Indah".
 Akan tetapi jika kita rangkai salah satu dari dua kata itu dengan kata yang lain
sebagaimana yang tercantum dalam susunan contoh an kita ucapkan " البستان جميل (taman itu indah) maka kita dapat memahaminya dengan makna yang sempurna.
dan kita bisa mengambil faidah dari kalimat itu, yaitu mensifati "al-Bustan/taman" dengan sifat "Al-Jamaal/indah"


Oleh karena itu kalimat seperti ini disebut sebagai JUMLAH MUFIDAH (Kalimat yang berfaidah/mempunyai faidah)
 Dan setiap kalimat yang tersusun dari dua kata seperti ini, maka ia termasuk ke jumlah mufidah begitupun dengan contoh-contoh sisanya (5 contoh sisanya).

Dengan ini kita bisa melihat bahwa satu kata saja tidak akan cukup (untuk digunakan) dalam percakapan (maksudnya dengan satu kata saja maka tidak akan mencukupi bagi lawan bicara untuk memahami kontekstual kalimat yang dimaksud)
البُسْتَانُ جَمِيْلٌ
1. Taman itu bagus
الشَّمْسُ طَالِعَةٌ
2. Matahari terbit
شَمَّ عَلِيٌّ وَرْدَةً
3. Ali Mencium Bunga Mawar
قَطَفَ مُـحَمَّدٌ زَهْرَة
4. Muhammad memetik bunga
يَعِيْشُ السَّمَكُ فِي الْمَاءِ
5. Ikan hidup di dalam air
يَكْثُرُ النَّخِيْلُ فِي مِصْرَ
6. Pohon kurma banyak di Mesir
اَلْبَحْثُ :
PEMBAHASAN
إذا تأملنا التركيب الأول
Apabila kita memperhatikan contoh susunan ke-1
وجدناه يتركب من كلمتين ، إحداهما " البُسْتَانُ" والثانية " جَمِيْلٌ "
kita akan mendapatinya tersusun dari dua kata, yang pertama البُسْتَانُ dan kedua جَمِيْلٌ.
فإذا أخذنا الكلمة الأولي وحدها وهي : " البستان " لم نفهم إلا معني مفرداً لا يكفي للتخاطب ،
Jika kita mengambil kata yang pertama saja yaitu "taman", maka kita tidak memahami kecuali makna tunggalnya saja dan pastilah orang yang diajak bicara tidak merasa cukup (faham dan akan bertanya lagi, bagaimana taman?)
وكذلك الحال إذا أخذنا الكلمة الثانية وحدها وهي : " جميل "
begitu juga jika kita ambil kata kedua saja "Indah".
ولكنا ، إذا ضممنا إحدى الكلمتين إلي الأُخرى علي النحو الذي في التركيب ،
Akan tetapi jika kita rangkai salah satu dari dua kata itu dengan kata yang lain sebagaimana yang tercantum dalam susunan contoh
وقلنا " البستان جميل " فهمنا معني كاملاً ،
dan kita ucapkan " البستان جميل (taman itu indah) maka kita dapat memahaminya dengan makna yang sempurna.
واستفدنا فائدة تامة ، وهي اتصاف البستان بالجمال
dan kita bisa mengambil faidah dari kalimat itu, yaitu mensifati "al-Bustan/taman" dengan sifat "Al-Jamaal/indah"
ولذلك يسمى هذا التركيب جملةً مفيدةً ،
Oleh karena itu kalimat seperti ini disebut sebagai JUMLAH MUFIDAH (Kalimat yang berfaidah/mempunyai faidah)
وكل واحدٍ من الكلمتين تعد جزءً ا من هذه الجملة وهكذا يقال في الأمثلة الباقية .
Dan setiap kalimat yang tersusun dari dua kata seperti ini, maka ia termasuk ke jumlah mufidah begitupun dengan contoh-contoh sisanya (5 contoh sisanya).
وبهذا نري أن الكلمة وحدها لا تكفي في التخاطب ،
Dengan ini kita bisa melihat bahwa satu kata saja tidak akan cukup (untuk digunakan) dalam percakapan (maksudnya dengan satu kata saja maka tidak akan mencukupi bagi lawan bicara untuk memahami kontekstual kalimat yang dimaksud)


Contoh yang lain   


زَيْدٌ  مَِرْيضٌ

رَجَعَ  زَيْدٌ   

Adapun susunan kata yang tidak memberikan faedah yang sempurna tidak dinamakan sebagai Jumlah Mufidah.
Contoh:
إِنْ رَجَعَ زَيْدٌ
إِنْ رَجَعَ زَيْدٌ فَأَكْرِمْهُ
Jumlah Mufidah
Jumlah ismiyah adalah jumlah yang diawali dengan isim
Contoh:
زَيْدٌ مَِرْيضٌ
 عبد الله اُستَاذُ
Jumlah fi’liyah adalah jumlah yang diawali dengan fi’il
Contoh:
ذَهَبَ زَيْدٌ
رَجَعَ زَيْدٌ

Dengarkan Kajian: