Minggu, 18 September 2016

Bahasa Arab Dasar 7: Idhofah

Daftar Isi Pelajaran

_____________________________________

 

 

Pada kesempatan ini, kita akan membahas salah satu istilah dalam bahasa Arab yang dikenal dengan 

AL-IDHOOFAH (اَلإِضَافَةُ). 

Yang dimaksud dengan al-idhoofah adalah bentuk penyandaran antara satu kata dengan kata yang lain. Untuk memperjelas dari definisi ini, kita perhatikan contoh kalimat : 

RASUULULLAAHI (رَسُوْلُ اللهِ).

Kita perhatikan, RASUULULLAAHI

tersusun dari dua buah kata, yaitu Rasul dan Allah, 

yang mempunyai arti: UTUSAN ALLAH.

Dari contoh ini, kata RASUL sebagai kata yang pertama dan berarti UTUSAN.

Kita ingin lebih mengkhususkan artinya lagi, maksudnya, utusannya siapa? atau utusan dari siapa?

Kalau begitu, untuk memperjelas maksud yang diinginkan, maka kata RASUUL harus kita sandarkan pada kata yang lain. Jadi, jika yang kita maksudkan bahwa RASUUL itu adalah Rasuul-nya Allah atau Utusannya Allah, maka RASUUL kita sandarkan pada lafadz ALLAAH sehingga menjadi 

RASUULULLAAH (رَسُوْلُ اللهِ). 

Susunan kalimat yang demikian inilah dalam bahasa Arab kita sebut

AL-IDHOOFAH (اَلإِضَافَةُ).

Secara rinci bisa dijelaskan sebagai berikut:

Kata yang pertama, RASUUL, disebut sebagai

MUDHOOF (مُضَافٌ)

yaitu kata yang DISANDARKAN pada kata yang lain.

Kemudian, kata yang kedua adalah Lafdzul Jalallah ALLAAH. Kata yang kedua ini dikenal dengan istilah

MUDHOOFUN ILAIHI (مُضَافٌ إِلَيْهِ)

 atau kata yang DISANDARI.

Jadi, mudahnya bisa dikatakan bahwa yang disebut Susunan Idhofah itu adalah kalimat yang terdiri dari dua kata, yaitu kata pertama Mudhoof dan kata yang kedua adalah Mudhoofun Ilaihi.

Untuk lebih jelasnya, kita lihat contoh yang lain, misalnya:

- KITAABUL USTADZI (كِتاَبُ الأسْتا ذِ) = Bukunya (milik) Ustadz itu.

Kalimat ini terdiri dari dua kata, yaitu KITAABU (mudhoof) dan AL-USTAADZU (mudhoofun ilaihi).


Dari penjelasan di atas, ternyata susunan kalimat idhofah ini mempunyai ketentuan umum, yaitu:

1. Mudhof tidak boleh ditanwin (walaupun tidak ada ALIF & LAAM)

2. Mudhof ilaih biasanya berharokat akhir kasroh;

3. Mudhof dan mudhof ilaih kedua-duanya merupakan isim.


Dengarkan Kajiannya 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar