Pada kesempatan ini, kita akan membahas salah satu istilah
dalam bahasa Arab yang dikenal dengan
AL-IDHOOFAH (اَلإِضَافَةُ).
Yang
dimaksud dengan al-idhoofah adalah bentuk penyandaran antara satu kata
dengan kata yang lain. Untuk memperjelas dari definisi ini, kita
perhatikan contoh kalimat :
RASUULULLAAHI (رَسُوْلُ اللهِ).
Kita perhatikan, RASUULULLAAHI
tersusun dari dua buah kata, yaitu Rasul dan Allah,
yang mempunyai arti: UTUSAN ALLAH.
Dari contoh ini, kata RASULsebagai kata yang pertama
dan berarti UTUSAN.
Kita ingin lebih mengkhususkan artinya lagi, maksudnya,
utusannya siapa? atau utusan dari siapa?
Kalau begitu, untuk
memperjelas maksud yang diinginkan, maka kata RASUUL harus kita
sandarkan pada kata yang lain. Jadi, jika yang kita maksudkan bahwaRASUUL itu adalah Rasuul-nya Allah atau Utusannya Allah, maka RASUUL
kita sandarkan pada lafadz ALLAAHsehingga menjadi
RASUULULLAAH
(رَسُوْلُ اللهِ).
Susunan kalimat yang demikian inilah dalam bahasa Arab
kita sebut
AL-IDHOOFAH (اَلإِضَافَةُ).
Secara rinci bisa dijelaskan sebagai berikut:
Kata yang pertama, RASUUL, disebut sebagai
MUDHOOF (مُضَافٌ)
yaitu kata yang DISANDARKAN pada kata yang lain.
Kemudian, kata yang kedua adalah Lafdzul Jalallah ALLAAH. Kata yang
kedua ini dikenal dengan istilah
MUDHOOFUN ILAIHI (مُضَافٌ إِلَيْهِ)
atau kata yang DISANDARI.
Jadi, mudahnya bisa dikatakan bahwa
yang disebut Susunan Idhofah itu adalah kalimat yang terdiri dari dua
kata, yaitu kata pertama Mudhoof dan kata yang kedua adalah Mudhoofun
Ilaihi.
Untuk lebih jelasnya, kita lihat contoh yang lain, misalnya:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar